SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu / Demi Mendukung Pelaksanaan PPKM Darurat, kegiatan pengajian dihentikan sementara
  • 3 bulan yang lalu / Selalu menggunakan masker-mencuci tangan-menjaga jarak
WAKTU :

Sejarah

Masjid Agung Ciamis  dimulai pembangunannya pada tahun 1882. Saat Pemerintahan Bupati Galuh RAA Kusumadiningrat. Ia memimpin Ciamis dari tahun 1839 sampai 1886. Kanjeng Prebu sangat berjasa bagi pembangunan Ciamis. Mulai dari pembangunan infrastruktur umum sampai menginisiasi Masjid Jami untuk Desa-desa. Atap Masjid Agung Ciamis masa lalu memiliki bentuk kerucut, mirip cri khas Demak.  Dominan materialnya kayu jati, berbeda dengan yang sekarang seluruhnya adalah tembok. Pembangunannya pada tanah seluas 8.500 meter persegi. Karena belum selesai sepeninggal Kanjeng Prebu, pembangunan masjid dilanjutkan RAA Kusumasubrata (anak Kanjeng Prebu).

Pada Tahun 1958, Masjid Agung mengalami renovasi pada masa Bupati Raden Yusuf Suryadipura. Karena pada waktu itu masjid mengalami kebakaran oleh gerombolan. Model bangunan berubah drastis. Atap dari genteng menjadi seng. Dan memiliki dua menara kembar pada sisi bangunan. Pada tahun 1983-1988, Masjid Agung kembali mengalami renovasi saat kepemimpinan Bupati Momon Gandasasmita. Pada masa ini bentuk masjid berubah drastis, tak ada lagi atap kerucut. Bahkan bangunan masjid mirip menyerupai gedung pemerintahan.

Bentuk Masjid Agung masa lalu sudah tidak sama lagi seperti dulu. Namun pada tahun 2002, bangunan kembali mengalami renovasi pada masa Bupati Oma Sasmita. Pada tahun ini bentuk bangunan sama dengan kondisi yang sekarang bisa kita lihat. Bangunan memiliki 1 kubah besar pada bagian tengah, 4 kubah kecil mengelilinya. Terdapat dua menara besar yang menjadi ciri khas Masjid Agung.